Selasa, 29 November 2011

Lomba Sehebatan Memainkan Pendang

Lomba ini di ikuti oleh tiga negara yang jogo pendang. Negaranegara
tersebut adalah Amerika, Jepang, dan Indonesia.
“Pertandingan segera dimulai semua peserta yang mewakili
negaranya masing-masing harus segera bersiap-siap” kata komentator.
“Baiklah ke tiga wakil 3 negara yang jago pedang telah siap, perlombaan
dimulai”.
“Yang pertama dari Amerika” . Dengan samurainya dia mulai
bersiap-siap. Seekor lalat dilepaskan sebagai penguji kehebatan
memainkan pedang. Seatttttt…seeeeeeeeet, dengan sekali tebas seekor
lalat terpotong menjadi 6 bagian. “Sangat hebat” sahut penonton dengan
riangnya.
“Yang kedua dari Jepang”. Dengan jenis senjata yang sama yaitu
samurai dia mulai bersiap-siap. Seekor lalat dilepaskan, saiiiiiiiiiiit…
seeeeeeeeeeeet… hooooooooop, dengan sekali tebas seekor lalat
terpotong menjadi 9 bagis. “Luar biasa” sahut penonton.
“Yang ketiga dari Indonesia”. Dengan golok dia mulai mangambil
ancang-ancang. Seekor lalat dilepaskan, shuppppppppppppp… dengan
bunyi tebasan yang keras dan sekali tebas. Lalat masih bisa terbang, juri
berusaha untuk menangkapnya, setelah bersusah payah akhirnya dapt
ditangkap juga. Setelah diperiksa ternyata kumis lalat hilang sebelahnya.
“Sangat mengagumkan” sahut penonton.
“Jadi pemenangnya adalah….. dari ….. Indonesia. “Sangat hebat,
luar biasa, dan menggumkan”sahut penonton sporter dari Indonesia.

KUDA AJAIB

Kakek Badung mempunyai seokor kuda, kuda tersebut bukanlah
kuda biasa. Karena tidak sembarangan orang bisa mengendarainya.
Hanya kakek Badung yang tahu mantranya.
Sewaktu Badung bertanya kepada kakeknya tentang mantra untuk
mengendarai kuda itu, kakeknya tidak mau memberitahunya. Kekeknya
terkenal dengan orang yang pelit tetapi pelupa.
Secara diam-diam dia melihat setiap hari sewaktu kakeknya sedang
mengajak kudanya untuk jalan-jalan. Setelah cukup lama dia teliti maka di
dapatkannya suatu mentra yaitu bila ingin menjalankannya ucapkanlah
alhamdulillah dan bila ingin menyetopkannya ucapkanlah astafirullah hul
azim”.
Keesokan paginya Badung bangun paki-pagi sekali saat kakeknya
sedang tidur lelap, karena dia ingin langsung mencoba mantra yang
rahasia itu. Ia segera menaiki kuda tersebut dan mengucapkan
alhamdulillah, kuda tesebut langsung jalan, begitu terkejutnya si Badung
karena dia baru pertama kali mengendarai kuda milik kakeknya itu.
Badung sudah tidak sabar ingin mencoba kecepatan kuda milik
kakeknya, dia lalu mengucapkan alhamdulillah-alhamdulillah banyakbanyak,
akhirnya kuda tersebut lari dengan sangat kencang, tanpa di
sadarinya di telah merusak kebun milik Pak Saiful yang baru akan
ditanami bibitnya.
Melihat hal ini Pak Saiful marah di langsung mengendari Jib miliknya
dan mengendarainya dengan kencang. Si Badung yang melihat Pak Saiful
yang mengejarnya, langsung gemetaran sampai-sampai dia lupa mantra
untuk memberentikannya. Tepi jurang tinggal sedikit lagi, Badung bingung
harus mengucapakan apa, dia lupa mantra untuk memberentikan kuda itu.
Sewaktu kaki kuda pas di ujung tebing Badung pun mengucapakan
astafirullah hull azim, kudapun dengan segeranya langsung berhenti,
Badungpun mengucapkan syukur alhamdulillah, kuda tadi langsung
berjalan lagi dan masuk ke jurang. Glegaaaaaarrrrrrrrrrrr….
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management